Hama Wereng Serbu Balongpanggang


petani menyemprot hama wereng coklat (foto:ist)

BALONGPANGGANG(portalgresik.com) – Hama wereng coklat menyerang areal tanaman padi di Kecamatan Balongpanggang. Sedikitnya sekitar 20 hektar tanaman padi di Desa Pinggir dan Desa Wahas sejak sebulan terakhir puso dimakan wereng.

Padahal, jika tanaman padi tidak dimakan wereng, kurang dari 1 bulan lagi sudah bisa panen. Pantauan Portal-G, padi berbagai varitas yang sudah muncul bulirnya terlihat gepeng dan puso. Sementara batang padi mulai kekuningan.

Sulono Sulani,47, salah seorang petani Desa Wahas, mengeluh hama wereng kali ini sulit dibasmi. Penggunaan insektisida sesuai standar pabrikan yang dilakukan petani tidak mampu membunuh wereng. ‘’Kami sempat mencoba lotion anti nyamuk dicampur air terus disemprotkan juga tidak bisa membunuh wereng,’’ keluh Sulono. Alih-alih mati justru wereng semakin banyak dan meluas.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Gresik, Asikin, menduga, merebaknya hama wereng di Balongpanggang karena wereng yang ada, sudah bermutasi sehingga kebal terhadap obat anti hama. Dugaan lain, pola tanam petani yang tidak seragam dalam satu kawasan, ikut memperparah serangan hama wereng.

‘’Kalau pola tanam bisa seragam, siklus hidup wereng bisa diputus, tapi karena petani menanam padi tidak dalam aktu bersamaan, membuat wereng tetap hidup dan berpindah-pindah,’’katanya, Selasa (24/5).

Asikin mendesak, dinas Pertanian Kabupaten Gresik segera mengatasi hama wereng ini, dengan cara apapun. Kalau dibiarkan terus berkembang biak, kerugian petani dikhawatirkan akan terus membengkak. Disamping itu, panen padi lokal dipastikan bakal mengalami penurunan akibat hama wereng ini.

‘’Akibat wereng, padi yang saya tanam paling bisa dipanen kurang dari separuhnya,’’ tutur Sulono mengakhiri pembicaraan.(ali/wok)

Tinggalkan komentar anda