Kasbi : Turunkan Biaya Pendidikan


GRESIK MANYAR (portalgresik.com) – Masih banyaknya perusahaan berupah sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota bahkan jauh dibawahnya, membuat para buruh yang tergabung dalam  Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Gresik mengeluh karena tidak cukup untuk membiayai pendidikan putera-puterinya.

Anggota Kasbi berorasi minta biaya pendidikan diminimalkan (foto:dok/portal-G)

“Gaji yang kami peroleh tidak cukup untuk biaya hidup yang semakin tinggi. Apalagi biaya pendidikan yang kian membumbung tinggi,” ujar Agus Subagyo, orator Kasbi, Kamis (5/7)

Mereka turun ke jalan dengan berjalan kaki dari mulai Desa Roomo Manyar menuju Kantor Kementerian Agama (kemenag), Jl Jagung Suprapto dan selanjutnya di Kantor Diknas, Jl Arif Rahman Hakim dan berakhir di Kantor Bupati Gresik.

Saat di depan Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, para pendemo meneriakkan protes-protesnya.  Diantaranya, Sekolah harus gratis, biaya sekolah lebih tinggi dari pada upah para buruh dll. Mereka juga membentangkan beberapa poster kecil.  Hal yang sama juga dilakukan di depan kantor Dispendik kab Gresik.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Haris Hasanudin mengatakan, sekolah negeri yang dibawah naungannya hanya  5 sekolah saja, yaitu 2 MIN, 1 Mts, dan 2 MA.  Sementara 90 persen. sekolah yang bernaung di bawah kemenag tetapi diolah yayasan swasta, sehingga biaya operasional sekolah swasta itu menjadi tanggung jawab yayasan

“Untuk dana BOS yang turun dari pemerintah, tetap kami awasi dengan ketat, kalau sekolah negeri sudah 100 persen gratis untuk operasionalnya, ” jelasHaris kepada portal-G

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Moh Nadlif menanggapi tuntutan unjuk rasa mengatakan bahwa hingga saat ini biaya operasional sekolah negeri sudah gratis, “Sementara untuk biaya penunjang seperti untuk pembangunan, dibicarakan dengan sekolah. Pada dasarnya saya sangat setuju dengan pendidikan gratis dengan mutu dan out put yang tinggi,” pungkasnya. (ali/vet)

Tinggalkan komentar anda