Tidak Dapatkan Haknya, Buruh Unras


GRESIK KEBOMAS (portalgresik.com) – Ratusan buruh melakukan aksi unjuk rasa (unras) di kantor Jamsostek, Jl Wahidin SH  dan dilanjutkan ke kantor Disnaker, Kamis (27/9). Mereka menuntut agar Disnaker menindak tegas perusahaan yang tidak memenuhi hak-hak buruh.  Seperti PT Panalux Multi Top, PT Aston Adhi Jaya dan outsourcing di PT Petrokimia Gresik.

Menurut Ketua DPC Kahut SPSI Gresik, Subari, yang paling mengecewakan adalah manajemen PT Ossi Wotland Prima.  Perusahaan tersebut selain melakukan PHK sepihak, juga giro yang diberikan kepada mereka sebagai pesangon,  ternyata kosong.

“20 orang yang menerima giro dan saat dicairkan ke bank ternyata tidak ada dananya,” jelas Subari.

Ia manambahkan, para buruh juga dongkol, ketika ditawari bekerja kembali tetapi dengan sistim borongan.  Tawaran itu ditolak karena mereka merasa dipermainkan, sebab berarti masa kerja mereka menjadi hilang.

Sementara aksi di jamsostek itu dikarenakan buruh kurang mendapat pelayanan maksimal.  Sering buruh melakukan pengobatan ditolak oleh rumah sakit dengan alasan masih ada tunggakan dari perusahaan, padahal para buruh merasa sudah dipotong untuk iuran jamsostek. Kacab Jamsostek Gresik, Thoriq Ahmadi mengakui jika PT Ossi Wotland Prima masih menunggak.

“Memang aturannya, jika  ada penunggakan pembayaran iuran, secara otomatis tidak bisa dilakukan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Kepala Disnaker Kab Gresik, Edi Purwanto menyesalkan sikap Jamsostek yang mengunci pelayanan kesehatan peserta Jamsoste.  Karena jika perusahaan mangkirr tidak mau membayar, wewenangnya ada di Disnaker dan Kejaksaan.

“Kami dengan kejaksaan akan menindaklajuti jika ada perusahaan yang melakukan tunggakan, jadi Jasmsostek  tidak boleh menghentikan pelayanan, “ tegas Edi Purwanto setelah melakukan hearing dengan  para buruh.

Sedangkan terkait giro kosong yang diberikan ke para buruh ter-PHK, Edi berjanji Disnaker akan mengecek dan menindaklajuti. (win/vet)

Tinggalkan komentar anda